Riska Kusuma Wardhani
Sehubungan dengan sifatnya yang rawan akan kompetisi, memasuki tahun 2011, beberapa pemain di kancah industri telekomunikasi Indonesia pun mulai berbenah dengan melakukan brainstorming serta benchmarking untuk kemudian menemukan model bisnis yang paling tepat. Secara umum, model bisnis yang dapat diterapkan di era globalisasi dan termasuk ke dalam kategori best practiced ada tiga macam: product management, brand management, dan customer management yang kemudian dijalankan sesuai dengan prinsip-prinsip good corporate governance. Akan tetapi, penerapan model bisnis ini saja tidak akan akan mampu mencapai target industri tanpa diimbangi oleh strategi khusus, terutama di bidang marketing, yang terintegrasi dengan kondisi terkini di Indonesia.

Lalu apakah strategi khusus di bidang marketing yang dapat diterapkan oleh industri telekomunikasi Indonesia?

Adalah Hermawan Kertajaya, Presiden MarkPlus, Inc. yang berhasil menjawab pertanyaan tersebut dengan meluncurkan suatu konsep marketing baru bernama new wave marketing. Dalam presentasinya di MarkPlus Conference 2011, beliau menjelaskan bahwa konsep new wave marketing ini lahir bukan dengan begitu saja tanpa alasan, melainkan menyesuaikan dengan beberapa perubahan revolusioner yang terjadi di Indonesia beberapa tahun belakangan. Adapun perubahan-perubahan revolusioner itu kemudian dirangkumnya menjadi satu istilah singkat: 3C (Connected, Credible, dan Creative).

Connected dalam 3C sebenarnya mengacu pada kondisi mulai menjamurnya sistem pembayaran elektronik di Indonesia (e-payment gateway) untuk berbagai jenis pengeluaran, mulai dari tagihan listrik hingga pembayaran tol. Bukan hanya itu, terjadi peningkatan jumlah pengguna media sosial yang secara aktif melakukan komunikasi atau bahkan transaksi bisnis satu sama lain. Banyaknya jumlah pengguna smartphone dan tablet PC seperti Blackberry dan iPad juga merupakan salah satu indikator betapa connected-nya masyarakat Indonesia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berbeda dengan connected, credible dalam 3C mengacu pada situasi politik, ekonomi, dan sosio-kultural Indonesia yang mulai membaik jika dibandingkan dengan era Orde Baru atau reformasi tahap awal. Jika dahulu Indonesia masih rawan akan konflik, krisis ekonomi, dan perseteruan antar ras, pada saat ini jumlah kesemuanya menurun meski belum bisa mencapai angka nol. Bukan hanya itu, pada tahun ini pula muncul pergerakan "Cinta Indonesia" seperti #IndonesiaUnite dengan pemrakarsa Pandji yang telah menarik perhatian kaum muda dan berhasil meraih banyak dukungan.

Adapun creative pada 3C mengacu pada peningkatan urban movement (dari angka 42,4% meningkat menjadi 49,9% sesuai data statistik BPS yang diambil pada bulan Mei 2010), middle-class-emergence (mencapai 18,3 juta orang pada tahun 2009), dan Youth-Women-Citizen (YWN) supremacy (42% youth adalah early adopters, 84% wanita merupakan pengatur budget dalam rumah tangga, dan 40% netizen terlibat aktif akan diskusi mengenai suatu produk tertentu) di Indonesia dibanding tahun-tahun sebelumnya. Generasi ini dianggap lebih kreatif dibanding masyarakat yang tergabung dalam kelompok rural, lower-class, dan senior-men-citizen, dan merupakan pemrakarsa dari industri kreatif yang kehadirannya sangat didukung oleh pemerintah karena mampu mendongkrak perekonomian nasional.

Dalam menghadapi perubahan-perubahan revolusioner ini, strategi-strategi khusus yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

Focus on YWN Subcultures
Berkenaan dengan tingginya supremasi kalangan YWN yang juga diprediksi akan terus meningkat bahkan hingga tahun 2025, industri telekomunikasi pun harus memfokuskan perhatiannya akan niche ini. Adapun program-program yang bisa diterapkan antara lain meluncurkan paket telekomunikasi yang murah meriah untuk kalangan youth, paket spesial untuk women, dan paket internet yang cepat untuk kalangan netizen. Adapun untuk mempertahankan loyalty setiap kalangan ini, industri telekomunikasi bisa memberlakukan sistem first come first serve: customer yang telah menggunakan jasa telekomunikasi dari industri tertentu dalam kurun waktu yang cukup lama (hingga bertahun-tahun) akan mendapatkan paket yang lebih wah dibanding customer yang baru.

Prepare for Digital Interactivity (Screen-to-Face)
Adanya perkembangan teknologi yang pesat membuat komunikasi bisa dilakukan via screen-to-face, tidak lagi face-to-face. Industri telekomunikasi pun harus pintar-pintar memanfaatkan hal ini: mereka harus mampu menciptakan situs web maupun iklan yang informatif namun tetap persuasif dan interaktif.

Promote Urban Lifestyle
Industri telekomunikasi harus rajin mengadakan kerja sama dengan event-event bertemakan fashion, entertainment, dan socialization seperti Jakarta Fashion Week, Blogger Yard Sale, Jakarta Culinary Festival, dan sebagainya. Adapun XL sendiri telah menerapkan strategi ini dengan menjadi sponsor acara Pesta Blogger+ 2010 yang diadakan pada tanggal 30 Oktober 2010.

Use Local Content and Context
Berkenaan dengan munculnya semangat nasionalisme di masyarakat Indonesia pada saat ini, industri telekomunikasi bisa memanfaatkannya misalkan dengan cara meluncurkan paket kartu bertemakan Indonesian Heritage atau bahkan edisi timnas mengikuti kesuksesesan Indonesia menjadi runner-up Piala AFF.

Consider Channel Mobility
Setiap industri telekomunikasi seluler harus mengetahui secara detail luas jangkauan jaringan industrinya untuk memperbesar peluang mendapatkan customer dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Jumlah customer service dan juga tower penangkap sinyal di setiap daerah pun harus diperbanyak untuk memberikan kenyamanan dan fasilitas terbaik bagi customer.

Offer Affordable Luxuries
Memberikan kemewahan dengan harga terjangkau terutama untuk kalangan Middle Class yang sekarang jumlahnya jauh lebih banyak darinya Lower Class. Kalangan Middle Class diyakini memiliki pemikiran yang lebih kreatif sehingga terbuka akan segala bentuk teknologi dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta tidak segan-segan mencoba hal yang baru. Adapun cara yang bisa dilakukan di antaranya adalah menawarkan program bundling yang lebih murah dibanding harus membeli satuan.

Identity Personification
Jangan menggunakan terlalu banyak hiperbola dalam beriklan, karena dengan munculnya generasi yang lebih smart dan analitik dalam berpikir, iklan seperti itu justru bisa menurunkan kualitas dari industri telekomunikasi itu sendiri. Untuk kasus XL, coba tampilkan kisah nyata dari pemakai XL terutama pemakai setia sebagai bentuk apresiasi akan kesetiaan mereka.

Proactive Engagement
Berikan servis lebih, sekarang sudah zamannya customer care bukan customer service. Jangan hanya menyelesaikan aduan, tapi berikan nilai tambah yang lain.

Shared Resources
Mengadakan kerjasama dengan perusahaan lain seperti program bundling. Akan tetapi kerjasama ini juga harus ditelaah terlebih dahulu karena jika nantinya terjadi kesalahan, citra industri telekomunikasi akan turun begitu pula hubungan dengan perusahaan yang diajak bekerja sama akan memburuk.

Jika setiap industri telekomunikasi seluler di Indonesia, termasuk XL, berhasil menerapkan kesembilan strategi yang telah dijabarkan serta menyesuaikannya dengan kondisi terkini di Indonesia, maka kesuksesan dalam hal meraih market share terbanyak bukan lagi impian. Bahkan tidak hanya adalam hal market share, mereka bahkan bisa menguasai mind share (brand awareness) dan heart share (loyalty) masyarakat Indonesia.

Jakarta, 31 Desember 2010

Riska Kusuma Wardhani

Riska Kusuma Wardhani

When you try your best but you don't succeed

When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
could it be worse?


Lights will guide you home
and ignite your bones
And I will try to fix you


High up above or down below
when you're too in love to let it go
but If you never try you'll never know
Just what your worth

Lights will guide you home
and ignite your bones
And I will try to fix you

Tears streaming down your face
When you lose something you cannot replace
Tears streaming down your face and I

Tears streaming down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face and I

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you


-Fix You- by Coldplay

Dedicated to people whose lives need to be fixed... and I.
Riska Kusuma Wardhani
With the same format as my October's Wishlist, here is a list of things that I wanna accomplish in November 2010:
  1. Have a more-than-average kind of grade for my Mid Term Test starting from November 12th to November 22nd. I know that I didn't study hard for my previous exams (Sales Management, Marketing, and Good Corporate Governance) and have a feeling that I won't study hard too for upcoming exams, but at least I do the test by myself, WITHOUT CHEATING or USING CHEAT-SHEET FROM LECTURERS!
  2. Have a great 20th birthday. It falls on this November 27th, and as I view the age (20) as a starting point of transformation from late teenagers to legal adult, I expect to have a nice birthday: Not a birthday with nasty surprises here and there (no flour, egg, water, and soy sauce allowed! Erk!), but more like a birthday where my precious people will surround me and wish me maturity and prosperity.
  3. Get a meaningful gift for my father. How I love this assertive man who always works hard to earn money for his family and gives me his unconditional, familial love. Yet, I can't reciprocate all his sacrifice since I have no personal income and still depend on him. Hopefully one nice surprise that I got in the end of October will help me pace one step closer in paying him back both in financial and emotional ways.
  4. Get more money in legal way. Again haha. People can argue that money isn't everything, but I think my life will be better off if I have more money: I can increase the quality of life, improve my knowledge (by buying books or entering a course, paid with the money), or even help other people needing it for various reasons.
  5. Win some competitions. Will enter a Business Plan Competition held by some universities this month along with Tia and Vita (another university mate), and we must win them all! Pray for us, pretty please? :)
  6. Get a part-time job concerning market research, project management, and community care! Have already prepared CV in both English and Bahasa to support this wish, and although my experiences and accomplishments are not extravagant enough, I do proud of them.
And that's the list, six points acting as a personal guidance to reach better future. Kindly remind me to work hard in order to achieve all of them, will you?

Riska Kusuma Wardhani

Recently my friend posted this question in his Twitter account:

"Hey guys, could you please inform me if you know a business-themed TV Series? Wanna watch it."

And God, how I wanna watch it too. Badly.
Why? Because it's a great source for us to know the way people operates business in Europe and America. To understand their value and culture to later compare it with our own.

And because I want to work abroad and, in the same time, take a postgraduate education (MBA) from one of these universities: Harvard University, or MIT. FOR FREE. Hard to reach? Yes. Impossible? No. I believe nothing is impossible in this world as long as we have strong, clear vision with effective and efficient perseverance.

Here is some of the business-themed TV Series that I've already known (and watch, for a season or two): The Apprentice (but it's more like a reality show than TV Series), Leverage (let us know various financial vocabularies, though the focus is more into fraud than the business itself), and The Office (tells us about cinematography world, how directors must compete against each other to maintain their position and market share. At first glance, it's quite educational, but God, the rest is PORN).

And yeah, my tiny brain only recognize those three. Do you know other TV Series beside the ones that I've mentioned above? Do tell me :)
Riska Kusuma Wardhani
The Stand Community LOs Team


On October 30th, I was volunteering in Pesta Blogger+ 2010 held at The Oval Epicentrum Walk along with my best friend, Istiarina Putri (Tia); my university mate, Brian Ardianto; and other volunteers coming from different areas and backgrounds. There we had a responsibility to act accordingly with our job description: the Stand Community LOs, the minutests, the Stage 'Managers', the Informants, the Traffic 'Managers', or the Zero Waste campaigners. I myself had gotten the position of a Stand Community LO with eight others:



Tia, my best friend (as always, we're inseparable :D)



Rara, a junior from Binus University



Riza (left), sorry for not taking your self-portrait!



Dwi, a lecturer from Gunadarma University



Nony, a young lecturer (I'm not joking) from Gunadarma University



Arisyi, a senior from Gunadarma University



Andhika, also a senior from Gunadarma University



And Jemiro, the sophomore from Gunadarma University too.


Actually there's still one more, Mima, but due to some tests and bad weather she couldn't come even for an hour. That's okay though, because other LOs had been prepared to face such situation. The fact that we had already known each other a day before the even helps too :)

As we're narcissistic people, and to better acquaint ourselves with each other, after the event had ended, we held a 'get together' photo session in the main lobby of Epiwalk. Here is a picture of us, minus Riza and Rara who had left earlier to finish some personal matters:

Back Row (from left to right):

Arisyi, Nony, Andhika, Mbak Rara (the Head of Committee), Dwi, Jemiro, Mbak Endhoot (LOs' Coordinators), Tia, Me, and... someone whose name I don't know yet (sorry!!!)

Front Row:

Again, someone whose name I have no recognition of, and Mbak Sinta Setiawan (100% woman, but everybody calls him Mas Setiawan or Masset :))


Glad and proud to be the part of your team, Pesta Blogger+ 2010 Committee!! :)


Riska